Judul Buku: Gara-gara Android
Pengarang: Ayu Wulandari
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembang dan Pembinaan Bahasa
Ringkasan Buku: Buku “Gara-gara Android” merupakan buku bacaan untuk siswa SD kelas 4, 5, dan 6. Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Danis yang berusia 8 tahun. Dia adalah anak yang hobi bermain android. Kegemerannya itu dimulai sejak ibunya memberinya hadiah karena masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya. Sejak saat itu kesehariannya tidak lepas dari android. Setiap hari ibunya selalu mengingatkan belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Tetapi Danis sering berbohong dan tidak pernah belajar. Kemudian, suatu hari Danis dan teman-temannya mengerjakan ulangan harian. Danis yang tidak pernah belajar kebingungan saat mengerjakan ulangan tersebut. Kemudian Danis memberanikan diri bertanya kepada Faris teman sebangkunya. Tetapi Faris hanya diam mendengar pertanyaan itu. Sepulang sekolah Faris meminta maaf kepada Danis karena tidak memberikan jawabannya. Danis merasa sakit hati dan marah kepada Faris. Keesokan harinya Bu guru memberikan hasil ulangan harian mereka. Danis terkejut, karena Dia mendapatkan nilai 0. Sesampainya di rumah Danis langsung bermain androidnya. Melihat Danis bersantai, ibunya membereskan kamar Danis. Tiba-tiba ibunya menemukan kertas ulangan Danis yang mendapatkan nilai 0. Ibunya sangat marah dan mengambil android milik Danis. Mulai sekarang Danis tidak boleh main android dan harus giat belajar. Kemudian Danis marah dan masuk ke kamarnya. Danis terhanyut dalam lamunan dan tiba-tiba tertidur terbawa arus mimpi. Di suatu ruangan ada seorang pemuda sedang bermain game menggunakan komputer. Setelah waktunya habis pemuda itu keluar. Dia merasa lapar tetapi tidak punya uang untuk membeli makanan. Tiba-tiba pemuda itu melihat wanita yang membawa dompet. Dia berusaha mencopet wanita itu. Tetapi wanita itu teriak dan mengundang banyak orang mengejar pemuda itu. Akhirnya Si Pemuda terkepung tidak bisa melarikan diri. Kemudian seorang polisi datang dan menyelamatkan pemuda itu. Dia meminta warga memaafkan si pemuda. Pemuda itu berterima kasih kepada polisi. Tak disangka polisi itu ternyata Faris temannya dulu. Mereka berpelukan sambil berbincang hangat. Usai berbincang, Faris pamit. Di perjalanan dia menyesali nasibnya sambil menendang kaleng kosong di depannya. Rupanya kaleng yang ditendang tadi mengenai anjing dan anjing itu mengejarnya. “Aaaakkkk......,” teriak Danis bangun dari tidurnya dengan wajahnya yang berkeringat dan napasnya yang tersenggal-senggal. Ibunya yang mendengar teriakan Danis berlari menghampiri anaknya. Danis berkata dirinya mimpi buruk. Esok harinya, suhu tubuh Danis tinggi. Dia tidak bisa berangkat sekolah. Ibunya meminta maaf karena telah memarahinya lalu menyodorkan android agar Danis tidak merasa bosan. Danis menolaknya. Siang harinya, guru dan teman-temannya menjenguk Danis. Danis merasa senang dan matanya berbinar ketika melihat Faris. “Dia yang menolongku dalam mimpi,” kata Danis dalam hati. Bu guru menanyakan mengapa Danis tiba-tiba sakit. “Pasti gara-gara android,” ujar temannya kompak. Danis berjanji akan giat belajar dan tidak bermain game lagi. Keesokan harinya Danis bersiap ke sekolah. Semangat Danis makin menggebu dan makin rajin belajar. Danis tak malu meminta bantuaan Faris, Faris pun tak segan untuk membantunya. Mereka berdua semakin dekat, Danis selalu menganggap Faris adalah penolongnya. Mereka semakin dekat dan sering bermain serta belajar bersama. Hari begitu cepat. Danis dan teman-temannya sudah memasuki ulangan tengah semester. Danis tampil percaya diri mengerjakan soal ujian. Bu guru merasa senang melihat siswanya sangat antusias menghadapi ujian kali ini. Bel tanda ujian selesai berbunyi. Para murid mengumpulkan kertas ujiannya dan yakin hasil ujiannya kali ini akan lebih baik. “Danis ayo berangkat!” kata ibunya. Hari ini Danis menerima rapor untuk ujian tengah semesternya. Bu guru lalu memanggil satu persatu nama anak didik. Ibu lalu berdiri ketika nama Danis dipanggil. Bu guru mengatakan bahwa kemampuan belajar Danis berkembang lebih pesat dan Danis mendapatkan peringkat kedua. Ibunya berjalan keluar kelas lalu menunjukkan hasil rapor kepada Danis. Danis merasa senang dan hari-harinya terasa lebih indah setelah kejadian itu. Danis merasa bersyukur dan bertekad ujian selanjutkan bisa mengalahkan Faris peringkat pertama. Ayah dan Ibunya berjanji jika Danis mendapat juara kelas, Ayah akan mengajak Danis ke Pulau Dewata Bali. Ibu juga akan memberikan android versi terbaru. “Tidak usah bu, android yang ini sudah cukup,” kata Danis. Ibu lalu mengganti hadiahnya dengan sepeda. Sepintas, Danis mengingat kenangan buruk sebelumnya. Gara-gara android, Danis mendapat nilai buruk. Gara-gara android juga Danis mendapat nilai yang baik. Jika menggunakan kecanggihan teknologi untuk kebaikan, hasilnya pasti akan menakjubkan.
Kelebihan Buku: Kelebihan buku ini adalah bahasa yang mudah dipahami oleh anak kecil. Serta menggunakan gambar dalam penyajian ceritanya, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini juga mengandung pesan moral yang baik untuk usia anak. Penyampaian pesannya juga mudah dipahami. Covernya pun juga dapat menarik pembaca
Kelemahan Buku: Buku ini sangat baik, sehingga saya tidak bisa menemukan kelemahan dalam buku ini.
Saran: Untuk penulis, semoga bisa berkarya dengan buku-buku yang lebih baik lagi.

Komentar
Posting Komentar